• Press conference film "Terima Kasih Cinta". -IST-

Heboh Pegawai Honorer Kota Bekasi Belum Digaji Malah Diminta Nonton Film yang Diperani Anak Walikota

Heboh Pegawai Honorer Kota Bekasi Belum Digaji Malah Diminta Nonton Film yang Diperani Anak Walikota

Wed, 01/16/2019 - 10:26
Posted in:
0 comments

SEKITAR 11.000 tenaga kerja kontrak (TKK) atau honorer Bekasi resah dengan instruksi yang dikeluarkan pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) yang menaunginya.

Sebab mereka diminta berpartisipasi membeli tiket nonton film layar lebar seharga Rp 50.000 yang diperankan anak Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi dan Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Tjahyono.

Film berjudul Terima Kasih Cinta ini bakal tayang di bioskop tanah air mulai 17 Januari 2019 mendatang.

Film ini diangkat dari kisah nyata seseorang perempuan bernama Eva Meliana yang berjuang melawan penyakit lupus berdasarkan novel berjudul 728 Hari.

Putri Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi, Bunga Jasmine Azalea dan putra Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Tjahyono, Ny. A.Z. Bintang Kamil ikut bermain dalam film produksi Bintang Pictures tersebut.

Mereka berdua berperan sebagai adik Eva yang merupakan bintang utama dalam film tersebut.

Sosok produser film ini adalah Wiwiek Hargono yang merupakan istri Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Tjahyono.

"Saya kemungkinan nggak ikut berpartisipasi karena tidak ada uang," kata AN pegawai TKK di lingkungan Sekretariat Daerah Kota Bekasi, seperti dilansir Tribunnews.com, Selasa (15/1).

AN mengaku bingung dengan instruksi yang dikeluarkan itu. Pasalnya gaji TKK di bulan Desember 2018 belum dibayarkan sampai saat ini.

"Kalau ada unsur kewajiban, saya nggak tahu mesti ngapain mungkin pinjem uang teman saja biar nggak kena sanksi," ungkapnya.

Tidak Memaksa

Terkait ajakan ataupun himbauan bagi PNS dan TKK Pemkot Bekasi untuk membeli tiket film “Terimakasih Cinta” (TC) yang akan tayang di bioskop, pemerhati kebijakan dan pelayanan publik, Didit Susilo menyampaikan sikapnya yang dikirim lewat WhatsApp messenger, sbb;

1. Film tsb hampir 70% mengambil setting di wilayah Kota Bekasi. Dampak yg diharapkan nama Kota Bekasi dengan kemajuannya sebagai kota metropolitan sedang makin dikenal. Derasnya investor masuk menunjukkan regulasi perizinan dan jaminan berinvestasi mendapat kepercayaan. Kota  Bekasi masa kini, tercermin dlm film tersebut.

2. Himbauan/ajakan untuk menonton film TC sifatnya harus berbentuk sosialisasi, tidak mengikat, tidak ada paksaan dan diserahkan sepenuhnya kepada konsumen mau menonton atau tidak.

3. Himbauan sukarela tidak berpotensi korupsi.

4. Jika mana di lapangan ditemukan pemaksaan, intimidasi, menakut-nakuti untuk membeli tiket film TC , sebaiknya oknum yg melakukan hal tsb dilaporkan ke pihak berwajib.***