• Surya Bagus (25), jurnalis yang dianiaya. -IST-

Polres Harus Ungkap Motif Pengeroyok Wartawan Radar

Polres Harus Ungkap Motif Pengeroyok Wartawan Radar

Tue, 06/09/2020 - 04:22
Posted in:
0 comments

BEKASI- Kasubag Humas Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Erna Ruswing Andari, memastikan dari penyelidikan awal Surya Bagus (25) menjadi korban pemukulan. Laporan kepolisian sudah dibuat terkait kasus tersebut dan kini pihak kepolisian melakukan penyelidikan lebih dalam.

Menyikapi pernyataan pihak Polrestro Bekasi Kota, Pemerhati Kebijakan Publik, Didit Susilo yang juga mantan wartawan,  meminta pihak kepolisian segera mengungkap motif para pelaku pengeroyokan. " Ini jelas kekerasan verbal terhadap pekerja pers. Ini sudah pidana berat bukan persekusi atau doxing terhadap pers. Harus diusut tuntas, apa motif para pelaku, bekerja atas kelompoknya atau hanya gerombolan tukang pukul suruan, terkait dampak pemberitaan atau modus operandi lainnya," jelasnya seperti dilansir bekasipos.com.

Menurutnya, keseriusan pihak kepolisian dalam mengungkap kasus tersebut sangat ditunggu publik. Lidik sangat memungkinkan terus didalami dengan mengumpulkan bukti bukti, keterangan saksi dan kesaksian korban.

Diperoleh informasi, korban sudah siuman dan memberikan kesaksian kepada pacarnya. Korban mengaku dipepet sejumlah orang tak dikenal sepulang kerja dari kantornya, sekitar pukul 23.30 WIB Selasa (2/6) malam. Setelah dikuntit dan dipepet, persis di Jl. Pengairan, sisi utara Mega Hypermal, Kel Pengasinan, Kec Rawalumbu, korban dihajar habis habisan dengan berbagai benda tumpul. Korban yang panik berusaha menyelamatkan diri dengan memacu motornya Honda Beat dan berhasil hingga masuk kontrakan di RT 03/018 Pengasinan, Rawalumbu. Korba yang ketakutan masih dikejar langsung mengunci pintu kontrakan dari dalam. Namun kondisi luka yang cukup arah akhirnya korban tak sadarkan diri dan dibawa ke RS terdekat. Karena ada gumpalan darah di kepala belakang korban yang kritis harus menjalani operasi. Minggu malam (7/6) korban mulai siuman dan memberikan kesaksian kepada pacarnya.

Didit, menegaskan kekerasan pisik yang diterima korban terbilang sadis tidak saja menyampaikan pesan kekerasan namun sudah berniat menghilangkan nyawa korban. " Ini jelas bertujuan menyampaikan pesan teror dan menakut nakuti. Targetnya agar korban dan komunitas wartawan merasa tidak aman. Kekerasan verbal ini sudah melanggar UU No.40 tentang Pers pasal 18 dengan ancaman pidana 2 tahun dan denda Rp. 500 juta serta bisa diancam KUHP pasal 63 atau pasal berlapis," ujarnya.

IPW Prihatin

Neta Pane dari IPW (Indonesian Police Watch) menyatakan keprihatinannya yang mendalam atas tindak kekerasan yang dialami wartawan Radar Bekasi, Surya Bagus (25) dan mengecam keras tindakan pelaku. Agar kasus serupa tidak berulang Polres Bekasi harus segera mengusut dan menangkap pelakunya.

Melihat kronologisnya, memang tak mudah untuk mengungkap dan menangkap pelakunya. Untuk itu masyarakat sekitar TKP diharapkan membantu aparatur kepolisian dalam memberikan informasi dan Polres Bekasi perlu mencari kemungkinan ada cctv di sekitar TKP.

Berulangnya kasus-kasus kekerasan terhadap wartawan adalah teror bagi profesi jurnalis. Diharapkan organisasi2 profesi kewartawan ikut bekerja keras membantu polisi untuk mengungkap kss ini dan kemudian membawa pelakunya ke pengadilan.***