• Karya tim mahasiswa ITB. -IST-
  • Karya tim mahasiswa ITB. -IST-

Tim ITB Menang Lomba Rancang Sistem Otomasi Bangunan

Tim ITB Menang Lomba Rancang Sistem Otomasi Bangunan

Tue, 09/08/2020 - 15:19
Posted in:
0 comments

Dua tim mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) baru-baru ini memenangkan kompetisi internasional merancang sistem pengaturan suhu ruang yang efisien. Tim Wetonia dan tim Ganeshantuy keluar sebagai juara pertama dan kedua kategori Applied Engineering Challenge yang diadakan oleh organisasi HVAC (heating, ventilation, and air conditioning) terbesar di AS.

Dalam kompetisi internasional itu, para mahasiswa ditantang untuk merancang sebuah sistem agar para pengguna yang berada dalam sebuah bangunan bisa melaporkan isu-isu operasional terkait suhu ruang kepada operator bangunan itu.

Tim Wetonia merancang sebuah bangunan komersial ramah lingkungan di Bandung, di mana beberapa titik dan koridor lampunya diotomatisasi dengan memanfaatkan CCTV sehingga bisa lebih hemat energi.

Salah seorang anggotanya, Kamilita Hening Musono mengatakan kepada VOA bangunan itu juga dilengkapi dengan sistem otomatis untuk meningkatkan kenyamanan termal dalam ruangan.

“Kami memikirkan soal keekonomisan dan visibilitas untuk digunakan juga. Kita memanfaatkan apa yang sudah ada dalam bangunan itu dan kami juga memiliki sistem berpikir yang lebih runtut.”

Tim Wetonia beranggotakan enam mahasiswa dari berbagai jurusan yaitu R. Muhammad Nadhir Nasrudin Tanujiwa dari Teknik Lingkungan, Alpinus Raditya Dewangga, Reza Dzikri Khusaini dan Kamilita Hening Musono dari Teknik Mesin, serta Hilman Prakoso and Selvia Diwanty dari Teknik Arsitektur.

Tim Wetonia yang beranggotakan enam mahasiswa ITB dari berbagai jurusan, memenangkan lomba Applied Engineering Challenge pada Agustus yang diadakan ASHRAE, organisasi HVAC terbesar di AS.

Tim Wetonia yang beranggotakan enam mahasiswa ITB dari berbagai jurusan, memenangkan lomba Applied Engineering Challenge pada Agustus yang diadakan ASHRAE, organisasi HVAC terbesar di AS.

Sementara tim Ganeshantuy beranggotakan Calvin Sawaddah dari Teknik Mesin, Rezky Mahesa Nanda dan Ahmad Revo Guci dari Teknik Fisika, Ainun Fitryh Vianiryzki dari Teknik Informatika, serta Hafidza Fara Hapsari dan Valeryn Horlanso dari Teknik Arsitektur.

Mereka merancang sebuah bangunan komersial di Balikpapan yang dilengkapi muka bangunan (façade) yang kinetik sehingga bisa lebih adaptif terhadap iklim.

“Jadi saat pagi dan belum panas, façade kinetiknya terbuka, kemudian saat siang semakin hari semakin panas, façade kinetiknya adaptif bisa menutup sendiri. Ditambah dengan automated system yang dibangun oleh informatik-nya, mungkin bisa menghasilkan desain yang bagus dan berguna,” kata Horlanso.

ITBBangunan itu dilengkapi dengan sistem komputasi yang memungkinkan pengguna memberikan masukan mengenai kenyamanan suhu ruang yang mereka rasakan.

Kedua tim ITB tersebut mendominasi kategori Applied Engineering Challenge yang diadakan ASHRAE atau American Society of Heating Refrigerating and Air Conditioning. Wetonia keluar sebagai juara pertama, disusul Ganeshantuy sebagai juara kedua. Dipandu dosen pembimbing, mereka mengalahkan tim-tim mahasiswa lain dari seluruh dunia, termasuk dari Ekuador dan Mesir.

Bagi Calvin pengalamannya mengikuti kompetisi ini memberinya pelajaran berharga yaitu pentingnya kolaborasi. “Setelah ikut lomba ini saya mikirnya mesin sendiri itu tidak bisa apa-apa, jadi mereka harus berkolaborasi dengan bidang-bidang lain untuk menghasilkan suatu hasil tertentu. Kalau sendiri ngga bisa apa-apa.”

Sebagian besar kerja kelompok dilakukan secara daring di tengah pandemi virus corona dan aturan karantina wilayah.

Setelah diumumkan sebagai juara pertama pada Agustus, para anggota tim Wetonia mengaku sangat bersyukur karena kerja keras mereka selama beberapa bulan belakangan terbayar, seperti disampaikan Reza dan Selvia.

“Sampai hari-hari terakhir kita sempat benar-benar video call tiap hari 12 jam, bahkan hari terakhir 24 jam, bener-bener sampai ngga tidur, saya sampai ngga mandi dua hari, itu epik sekali,” ujar Reza sambil tertawa.

“How fun it is to work with people yang chemistrynya sangat cocok. No hard feeling. Bahkan ketika ada yang ketiduran, ya udah ngga apa-apa, kita jadikan guyonan,” kata Selvia.

Sebagai juara pertama, tim Wetonia berhak mendapat hadiah sebesar 5.000 dolar. Proyek mereka juga akan dipamerkan dalam Konferensi ASHRAE yang rencananya akan diadakan di Chicago, negara bagian Illinois pada musim dingin mendatang.

ASHRAE atau American Society of Heating Refrigerating and Air Conditioning merupakan sebuah asosiasi global yang bergerak dalam bidang pemanasan, pendinginan, dan pengondisian udara yang biasa disingkat “HVAC&R.” [VOA/001]

ITB