• -ISTIMEWA-

Ubah Lirik 'Jogja Istimewa', Pencipta Tuntut Tim Kampanye Prabowo-Sandi

Ubah Lirik 'Jogja Istimewa', Pencipta Tuntut Tim Kampanye Prabowo-Sandi

Wed, 01/16/2019 - 10:51
Posted in:
0 comments

Lirik lagu 'Jogja Istimewa' karangan Rapper Marzuki Mohamad yang diubah menjadi alat kampanye paslon capres-cawapres nomor urut 02, Prabowo-Sandi berbuntut panjang. Kill the DJ, begitu Marzuki kerap disapa, keberatan dengan pengubahan lirik tersebut.

Kill the DJ awalnya mengutarakan keberatannya lewat akun twitter @killthedj. Mulanya dia mengetahui ada akun lain yang mengunggah video lagu 'Jogja Istimewa' yang telah diubah liriknya untuk kampanye Prabowo-Sandi. Kill the DJ me-retweet cuitan itu.

"Maling laguuuu bangsa*t !!! Yang gak terima bukan cuma saya sebagai pemilik hak cipta, orang Jogja juga gak akan terima lagu ini dipakai buat kampanye Pilpres!!!," tulis @killthedj, Senin (14/1/2019).

Sedangkan penggalan lirik lagu yang asli sebagai berikut:

Jogja Jogja, Tetap Istimewa.

Istimewa Negrinya, Istimewa Orangnya.

Jogja Jogja, Tetap Istimewa.

Jogja Istimewa untuk Indonesia.

Berdasarkan pengamatan detikcom, video yang di-retweet Kill the DJ diambil di Ndalem Purbayan Yogyakarta, Selasa (18/12/2018). Ada pun pengubah lagu adalah emak-emak relawan Prabowo-Sandi di acara serasehan yang dihadiri adik ipar Prabowo, Anie Hashim.

Emak-emak relawan Prabowo-Sandi diketahui menyanyikan lagu 'Jogja Istimewa' yang telah diubah liriknya ketika Anie Hashim video call dengan Prabowo. Mendengarnya, Prabowo di layar handphone tampak tersenyum dan melambaikan tangannya.

Buntut dari persoalan ini, Kill the DJ melaporkan dua akun media sosial ke Mapolda DIY, Selasa (15/1). Dua akun tersebut dilaporkan karena mengunggah video penggalan lagu 'Jogja Istimewa' yang telah diubah liriknya untuk kampanye Prabowo-Sandi.

"Melaporkan pemilik dua akun media sosial, twitter dan instagram atas nama yang sama, atas nama CakKhum," kata kuasa hukum Kill the DJ, Hilarius Ngaji Mero di Mapolda DIY, Jalan Padjajaran, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Selasa (15/1).

Dalam pelaporan itu Kill the DJ bersama kuasa hukumnya juga menyertakan barang bukti berupa file video 'Jogja Istimewa' yang sudah diubah liriknya, dan dokumen bukti hak cipta lagu Jogja Istimewa ciptaan Marzuki Mohamad atau Kill the DJ.

Kill the DJ mengatakan, alasannya menempuh jalur hukum karena dia tak terima lagu ciptaannya dipakai kampanye oleh salah satu paslon capres-cawapres. Apalagi pengubahan lirik lagu tanpa seizinnya, selaku pemilik hak cipta.

"Saya tidak terima lagu tersebut dipakai untuk kampanye entah untuk paslon Jokowi-Ma'ruf atau Prabowo-Sandi," kata Marzuki di Mapolda DIY.

Dijelaskannya, 'Jogja Istimewa' adalah lagu sarat nilai sejarah. "Bagi saya lagu itu memiliki nilai historis luar biasa, seperti membayar utang rasa saya terhadap Yogyakarta yang saya cintai. Saya tak akan ingkari nilai lagu itu untuk kepentingan Pilpres," jelas seperti dirilis detik.com.

Awalnya Kill the DJ hanya menuntut pengubah lirik lagu 'Jogja Istimewa' dan pengungggahnya ke media sosial agar meminta maaf secara terbuka. Namun nyatanya tuntutan tersebut tidak dipenuhi, alhasil dia memutuskan untuk menempuh jalur hukum.

"Dari kemarin sebenarnya menuntut ada permintaan maaf resmi, (tapi) tidak ada permintaan maaf. Saya tahunya dari sosial media makanya saya mengadukan dari yang terjadi di sosial media (karena) tidak ada sama sekali yang minta maaf," ucapnya.

Menanggapi kasus ini Tim Kampanye Daerah (TKD) Koalisi Indonesia Kerja (KIK) DIY menyiapkan bantuan hukum buat Kill the DJ. TKD KIK DIY juga mendukung penuh berbagai langkah hukum yang diambil sang pencipta lagu.

"Kami menugaskan kepada tim advokasi dan bantuan hukum tim 01 untuk membantu Mas Marzuki CS," ujar Ketua TKD KIK DIY yang juga Ketua DPD PDIP DIY, Bambang Praswanto saat dikonfirmasi, Selasa (15/1).

"Baik TKD maupun TKN mendukung penuh supaya Mas Marzuki untuk melaporkan kepada pihak polisi. Ini pelanggaran hak cipta sekaligus juga pelanggaran terhadap masyarakat Yogya, itu kan lagunya Yogya," ungkapnya.

Merespon pelaporan ini, Timses Prabowo-Sandi di DIY melalui Badan Pemenangan Nasional (BPN) DIY tak tinggal diam. Mereka akan menyiapkan bantuan hukum ke pendukung yang dipolisikan Kill the DJ.

"Oh iya, tentu saja, tentu (ada bantuan hukum dari BPN DIY)," jelas Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) DIY yang juga Sekretaris DPD Partai Gerindra DIY, Dharma Setiawan.

Setiawan mengakui pengubah lirik lagu 'Jogja Istimewa' adalah emak-emak relawan Prabowo-Sandi. Para relawan ini menyanyikan lagu yang sudah diubah dalam acara serasehan emak-emak relawan di Ndalem Purbayan Yogyakarta, Selasa (18/12/2018).

"Ya sebetulnya itu kan pertemuan dari beberapa relawan perempuan gitu lah ya. Habis itu supaya seru lomba yel-yel gitu, kemudian satu kelompok bikin yel sekreatif mungkin," ujarnya.

Dia menegaskan pengubahan lirik lagu 'Jogja Istimewa' yang dilakukan relawan tak bermaksud melanggar hak cipta Kill the DJ. Meski demikian, pihaknya tak mempermasalahkan langkah hukum pencipta lagu yang memperkarakan hal ini.

Sementara BPN DIY, lanjut Setiawan, tegas menyatakan tidak akan meminta maaf ke Kill the DJ. "Kalau (pernyataan maaf) resmi dari BPN kan ya nggak, wong itu yang melakukan bukan BPN (namun relawan)," paparnya.

"Tapi kalau ada relawan melakukan seperti itu maka itu spontanitas, dan kalau itu memang ada kesalahan maka yang melakukannya lah yang harus memenuhi apa yang harus dilakukan (penyampaian maaf), bukan BPN-nya," lanjutnya.

Untuk menyelesaikan perkara ini, selain menyiapkan pembelaan hukum BPN DIY juga akan menugaskan timses Prabowo di DIY untuk bertemu dengan Kill the DJ. Supaya kasus pengubahan lirik lagu 'Jogja Istimewa' bisa diselesaikan dengan kepala dingin.

Tak Bermoral

Sekretaris Jenderal Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Raja Juli Antoni menilai kubu Prabowo Subianto - Sandiaga Uno tak bermoral karena menjiplak lagu Jogja Istimewa milik Kill The DJ untuk kepentingan kampanye.

"Kubu Prabowo benar-benar tidak etis dan nirmoral," kecam Antoni saat dihubungi, Selasa (15/1).

Antoni melanjutkan, setelah mencatut gambar mantan Panglima TNI Jenderal (purn) Gatot Nurmantyo, kubu Prabowo sesukanya mencuri karya lagu orang lain.

"Ini sekali lagi menunjukkan tim Prabowo tidak memiliki akhlak, tidak memiliki etika sosial main ambil produk orang tanpa seizin atau pemberitahuan," katanya seperti dilansir jpnn.com.

Oleh karena itu, menurut wakil sekretaris TKN Jokowi - Ma'ruf ini, rakyat pasti tidak akan menerima pasangan Prabowo - Sandi di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. Sebab, paslon oposisi tersebut tidak memiliki etika.

Bersedia Cabut Laporan

Kuasa Hukum musisi asal Yogya Marzuki Mohammad alias Marzuki Kill The DJ menyatakan kliennya membuka kemungkinan mencabut laporan polisi terkait dugaan penyalahgunaan lagu Jogja Istimewa yang diubah lirik dan diviralkan pendukung capres-cawapres 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

"Sebenarnya Mas Marzuki terbuka dan bersedia menyelesaikan secara kekeluargaan, bahkan mencabut laporan polisi, asal ada itikad baik dari terlapor serta pihak terlibat," ujar Kuasa Hukum Marzuki, Hilarius Ngajimerro, di Yogyakarta, Rabu (16/1/2019).

Sebelumnya Marzuki Kill The DJ melaporkan dua akun media sosial twiter dan instagram pendukung Prabowo-Sandi yang menyebarkan video lagu Jogja Istimewa yang telah diubah liriknya ke Polda DIY, Selasa 15 Januari 2019.

Ada pun terlapor akun twiter dan intagram atas nama @CakKhum dilaporkan dengan dua pasal yang Undang-Undang (UU) Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) serta UU Hak Cipta.

Hilarius menuturkan, itikad baik yang dimaksud jika pihaknya perlu mencabut laporan polisi sebenarnya tidak sulit. “Terlapor bisa datang bertemu mas Marzuki, minta maaf langsung dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya lagi,” ujar Hilarius seperti diwartakan tempo.co.***